Sri Lestari Akhirnya Beri Jawaban, Siap Maju Wawali Asalkan Didukung Sungguh

BERI DUKUNGAN. Sejumlah warga saat menyambangi kediaman Sri Lestari Nusyirwan di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda Kota, Kamis (8/3/2018) sore.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Nama Sri Lestari memang sudah sering muncul dan ramai dibicarakan sebagai figur Calon Wakil Walikota (Wawali) Samarinda menggantikan suaminya, Almarhum Nusyirwan Ismail yang meninggal dunia Selasa (27/2/2018) lalu. Perempuan berjilbab ini bahkan hampir sering dihubungi maupun didatangi langsung oleh beberapa tokoh masyarakat untuk meminta kesediannya maju menggantikan peran suaminya. Di sisi lain, dorongan arus bawah yang merupakan pendukung dan massa loyal Almarhum Nusyirwan juga terus meminta dirinya untuk maju mendampingi Walikota Syaharie Jaang di sisa masa kepemimpinan hingga 2021 mendatang. Namun selama itu pula, Sri hampir tak pernah mau memberikan jawaban sepatah katapun. Namun kali ini ia tak bisa lagi menghindar saat puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat menyambangi kediamannya di Jalan Basuki Rahmat, Kamis (8/3/2018) sore. Kedatangan para tokoh yang menjadi simpul massa didampingi beberapa anggota DPRD Samarinda itu untuk memberikan dukungan sekaligus meminta kesediaan Sri Lestari untuk maju.
“Alhamdulillah, saya diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bisa bertemu bapak dan ibu sekalian. Sebenarnya sudah sering kali saya diminta tapi saya tidak menjawab. Karena jujur, dalam suasana sekarang saya sebenarnya tidak mau bicara soal ini (Calon Wakil Walikota, Red) karena justru hanya membuat saya semakin sedih. Karena saya dan almarhum (Nusyirwan Ismail, Red) sebenarnya tidak punya apa-apa. Modal kami hanya kerja dan kerja serta berbuat yang terbaik untuk orang banyak,” ujar Sri Lestari menahan sedih.
Namun di balik kesedihan, di sisi lain ia mengaku bangga saat mendengarkan aspirasi warga yang datang tersebut. Terutama ungkapan warga yang menyebut jika Almarhum Nusyirwan selama masa hidupnya memberikan perhatian yang besar bagi upaya pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kota ini.
“Kalau memang benar aspirasi ini datang dari bapak dan ibu sekalian, maka Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan siap dan mari kita berjuang bersama. Semoga ini bisa menambah amal jariah bagi kami dan almarhum (Nusyirwan Ismail, Red),” ungkapnya masih dengan nada sendu.
Meski mengaku siap karena tidak ingin mengecewakan warga yang mendatanginya, namun Sri Lestari mengakui jika perjuangan untuk menuju kursi Wawali bukan persoalan yang mudah. Karena harus dibicarakan lintas tiga partai pengusung kala itu yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
“Saya hargai penuh aspirasi dan ungkapan tulus dari bapak dan ibu sekalian. Tapi semuanya perlu prose. Makanya biarkan tim kami bekerja terlebih dahulu dengan membangun komunikasi ke berbagai pihak terkait. Semoga nantinya membuahkan hasil yang baik bagi kita semua,” pungkas Sri Lestari. (red/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *