Siang ini DPRD Tetapkan Barkati dan Arif Jadi Calon Wawali Samarinda

Siswadi

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Akhirnya kian jelas siapa figur yang akan menggantikan posisi almarhum Nusyirwan Ismail menjadi Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda mendampingi Wali Kota Syaharie Jaang hingga akhir masa jabatan awal 2021 mendatang. Jika bukan M Barkati dari Partai Demokrat, kemungkinan Arif Kurniawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena setelah Saefuddin Zuhri dari Parrtai Nasional Demokrat (Nasdem) menyatakan mengundurkan diri, praktis yang tersisa hanya dua nama tersebut.

Sesuai jadwal, Senin (22/7/2019) siang ini, Panitia Pemilihan Wawali Samarinda dari DPRD Kota Samarinda menetapkan dua nama ini menjadi calon Wawali Samarinda. Selanjutnya, proses pemilihan dijadwalkan akan berlangsung Kamis (25/7/2019) mendatang di DPRD Kota Samarinda.

Ketua Panitia Pemilihan Wawali Samarinda, Joha Fajal mengaku persiapan untuk pemilihan Wawali Samarinda sudah hampir mendekati titik final. Bahkan semua perlengkapan yang diperlukan pun sudah beres.  Termasuk kertas suara untuk 45 anggota DPRD Samarinda, bilik suara, hingga kotak suara. Ketua DPD Partai Nasdem Kota Samarinda ini menjamin, proses pemilihan akan berlangsung secara terbuka dan bisa dimonitor publik, meski untuk pemungutan suaranya tentu akan dilakukan secara tertutup.

“Ya, untuk pemungutan suaranya kan memang harus tertutup. Itu sifatnya rahasia. Terserah mau memilih siapa,”ungkapnya.

Untuk paripurna pemilihan ini lanjut Joha, baru bisa dilaksanakan jika sudah memnuhi quorum dengan dihadiri minimal oleh 23 anggota DPRD. Karena sesuai aturan, minimal 50 persen ditambah 1 baru bisa dinyatakan quorum.

“Kita semua di DPRD Samarinda ada 45orang. Jadi paling sedikit 23 anggota DPRD hadir agar bisa memenuhi quorum,” terang anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda ini.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Siswadi berharap agar nantinya proses pemilihan Wawali di DPRD lebih mengedepankan asas musyawarah untuk mufakat. Sebagai lembaga legislatif lanjut dia, pihaknya akan mengedepankan musyawarah untuk mufakat ketimbang harus dengan alternatif pemungutan suara (vooting).

“Mekanisme musyawarah untuk mufakat harus kita jalankan dululah. Jangan langsung vooting. Kalau musyawarah dulu kan justru lebih bagus,” ungkap politisi PDI Perjuangan (PDIP) peraih suara terbanyak Pemilu 2019 di Samarinda yang digadang-gadang bakal menjadi calon Ketua DPRD Samarinda periode 2019-2024 ini. (*/red/mk)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *