Rudi: Korban Berjatuhan, UU Pemilu Pantas Dievaluasi

Muhammad Rudi

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Muhammad Rudi memberikan perhatian besar terhadap banyaknya penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di tanah air yang meninggal dunia saat bertugas. Termasuk di Kota Samarinda sendiri. Setelah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jalan Biawan Samarinda Ilir Kamis (18/4/2019) lalu, Jumat (25/4/2019) gilliran salah satu anggota KPPS perempuan di Jalan Adam Malik II, Sungai Kunjang yang meninggal dunia setelah beberapa hari mengeluh sakit.
“Regulasi atau Undang-Undang (UU) Pemilu ini memang domainnya pusat. Tapi Samarinda sebagai bagian dari NKRI yang ikut menyelenggarakan Pemilu serentak juga terkena dampak. Saya kira, pelaksanaan Pemilu seperti ini pantas untuk dievaluasi mengingat banyaknya korban jiwa dari para penyelenggara akibat kelelahan selama bertugas,” ungkap Rudi kepada mediakaltim.co, Jumat (26/4/2019) sore.
Politisi Partai Gerindra ini mengaku sempat beberapa kali memonitor proses rekapitulasi perhitungan suara di Samarinda. Ia melihat sendiri para pelaksana yang begitu kelelahan. Mereka melaksanakan tugas hingga tengah malam, dan sangat minim waktu untuk beristirahat.
“Mereka sangat-sangat kelelahan. Kadang mau ditinggal tapi rasanya tanggung. Belum lagi pertimbangan masalah keamanan. Sementara kalau mau dilanjut, mereka sudah sangat kelelahan,” ungkapnya.
Karena itu, Rudi mengaku mendukung penuh evaluasi UU Pemilu yang diwacanakan di tingkat pusat. Karena secaara tegas ia menyebut pelaksanaan Pemilu 2019 masih jauh dari harapan.
“Meski secara umum lancar, tapi sebenarnya banyak hal yang perlu dievaluasi. UU Pemilu 2019 seperti produk gagal dsn terkesan seperti produk coba-coba. Tunggu ada banyak masalah, baru rame-rame bicara mau dievaluasi,” pungkas Rudi. (red/mk)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *