Perwali Rokok Tak Digubris, Walikota Temukan Asbak di Ruang Kerja

TEMUKAN ASBAK. Ketua TP PKK Puji Setyowati Jaang (baju kuning) saat mendampingi Walikota Syaharie Jaang sidak rokok di salah satu SKPD, Kamis (20/10/2016) siang.
TEMUKAN ASBAK. Ketua TP PKK Puji Setyowati Jaang (baju kuning) saat mendampingi Walikota Syaharie Jaang sidak rokok di salah satu SKPD, Kamis (20/10/2016) siang.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO. Walikota Samarinda, Syaharie Jaang begitu kecewa saat mengetahui jika masih banyak pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda yang tetep merokok. Padahal, bulan lalu ia sudah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) tentang larangan merokok di lingkungan kerja yang berlaku efektif sejak 1 September 2016. Pasca edaran itu, diikuti pula dengan sosialisasi hingga pemasangan spanduk larangan merokok di lingkungan perkantoran. Namun sepertinya masih saja ada pegawai yang berbuat nekat. Termasuk saat inspeksi mendadak (sidak) yang ia lakukan ke salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Samarinda, Kamis (20/10/2016) siang. Walikota tidak bisa menutupi rasa kecewanya saat mengetahui masih ada pegawai yang terlihat merokok. Bahkan saat memasuki ruangan salah satu unsur pimpinan setempat, ternyata ditemukan asbak berisi puntung rokok di sana.
“Kalau ada asbaknya, ini artinya yang punya ruangan ini masih merokok di ruang kerja. Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan terulang lagi. Kalau saya kembalike sini kapan-kapan, jangan lagi ada temuan asbak rokok seperti ini. Begitu juga di SKPD lain,” ujarnya.
Menurut Walikota, unsur pimpinan di setiap instansi harus bisa menjadi contoh bagi stafnya. Jangan sampai merokok di ruang kerja, yang akhirnya mengundang staf untuk ikut melakukan hal yang sama. Karena merokok di lingkungan kerja tidak hanya merugikan diri sendiri. Tetapi juga orang lain.
“Kan kasihan stafnya yang cantik-cantik ini justru bau rokok hanya karena terkena asap,” timpalnya.
Sementara Ketua TP PKK Samarinda, Puji Setyowati Jaang yang juga ikut dalam sidak bersama Walikota itu menegaskan jika larangan merokok di lingkungan kerja bukannya tanpa maksud. Ia bahkan menyebut rokok sebagai pintu utama bagi seseorang menuju ke tingkat yang lebih tinggi yakni narkoba.
“Kita sampai ngomel dan melarang untuk tidak merokok ini bukannya karena tidak suka. Ini murni karena kita sayang kalian semua. Kasihan kalau sampai kesehatannya terganggu,” ungkap Puji yang juga istri Walikota Samarinda ini. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *