Parah… 11 Bulan Sudah 697 Tersangka Narkoba di Samarinda

images27

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Wajar bila Kaltim ditetapkan sebagai daerah dengan kasus narkoba terbanyak ketiga seluruh Indonesia. Wajar pula Samarinda sebagai kota provinsi ini sebagai nomor satu dari kabupaten dan kota lainnya di seluruh Kaltim. Dalam 11 bulan belakangan sepanjang Januari hingga November 2016, Polresta Samarinda telah menetapkan sebanyak 697 orang tersangka kasus narkoba. Artinya, jika dihitung-rata saja, paling tidak dalam sehari polisi menetapkan 2 sampai tiga orang yang menjadi tersangka kasus narkoba hasil tangkapan. Tentu saja ini angka yang sangat mencengangkan mengingat barang haram ini sudah menjadi ancamana serius bagi mas depan anak bangsa.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwipitro didampingi Kasat Reskoba, Kompol Belni Warlansyah menjelaskan, 697 tersangka itu berasal dari 72 kasus tangkapan narkoba yang mereka kembangkan sepanjang Januari hingga November 2016.
Sementara khusus sepanjang November 2016, Polresta Samarinda berhasil meringkus 78 orang yang terlibat peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Dari tangan para pelaku, polisi menyita total barang bukti 219,81 gram sabu-sabu dan 50 ribu butir pil LL.
“Kenaikan jumlah kasus narkoba yang diungkap bulan November 2016 dengan jumlah 78 orang menjadi tersangka merupakan keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba di Samarinda. Keberhasilan ini berkat informasi masyarakat yang mengetahui adanya transaksi narkoba,” kata Belni, Kamis (1/12/2016) siang.
Selain itu, dari 78 orang terlibat narkoba dimaksud, dua di antaranya merupakan narapidana. Hal ini membutikan bisnis haram narkoba masih dikendalikan para pelaku meski sudah masuk dalam jeruji besi. Belum ketatnya pengawasan penggunaan ponsel di dalam penjara turut membantu para pelaku untuk dengan mudah mengedarkan narkoba. Mereka menggunakan ponsel secara diam-diam di penjara untuk mengatur pembelian narkoba dari sumber pemasoknya dan menjual ke para pemakai di Samarinda.
“Ini tidak lepas juga dari minimnya pengawasan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan. Namun, kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum terhadap narapidana yang terlibat narkoba bekerjasama dengan petugas sipir,” tegas Belni. (*/her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *