Pansus Temukan Jalan Umum Dipakai Hauling Batu Bara

SIDAK: Anggota Pansus DPRD Kota Samarinda saat sidak ke Pampang dan menemukan adanya dugaan jalan umum dipakai untuk kepentingan hauling batu bara.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Samarinda menemukan adanya dugaan penggunaan jalan umum untuk kepentingan hauling batu bara. Tepatnya di Kelurahan Pampang, Samarinda Utara. Saat para anggota DPRD Samarinda itu melakukan tinjauan lapangan Selasa (23/4/2019) siang, mereka menemukan ada akses jalan umum yang digunakan salah satu perusahaan tambang untuk kepentingan hauling batu bara. Tentunya ini menyalahi aturan dan merugikan negara serta masyarakat sekitar. Karena akses jalan tersebut dibangun dengan APBD, namun justru berpotensi rusak hanya karena kepentingan operasional korporasi dimaksud.
“Harusnya mobil-mobil tambang itu melewati jalan yang mereka bangun sendiri. Bukan malah pakai jalan umum,” kata Martinus, salah satu anggota Pansus.
Selain akses jalan umum yang terganggu oleh kepentingan hauling batu bara, ada pula temuan galian batu bara di sekitar wilayah yang masuk dalam kawasan hijau dan harus steril dari aktivitas tambang itu. Bahkan kuat dugaan, aktivitas tambang tersebut juga tanpa izin. Pihaknya lanjut Martinus, segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Khususnya terkait aktivitas hauling di jalan umum tersebut.
“Kami ingin tahu, siapa sebenarnya yang mengizinkan kegiatan hauling di jalan umum ini,” tegas Martinus yang juga angggota Komisi I DPRD Samarinda ini.

PERLU PENGAMANAN. Museum Samarinda yang rencana mulai dibuka akhir tahun 2019 itu dianggap perlu untuk dilengkapi pagar pengaman.

Dari Pampang, mereka menuju Museum Samarinda di Jalan Bhayangkara, Samarinda Kota. Sesuai rencana, museum yang bersebelahan dengan Taman Samarendah itu akan dibuka akhir tahun ini.
“Untuk Museum Samarinda, kita minta supaya bisa dibangunkan pagar karena demi pertimbangan keamanan,” tandas Martinus diamini rekan-rekannya. (*/red/mk)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *