Luar Biasa, Inovasi Perizinan Samarinda Jadi Percontohan Nasional

APRESIASI PUSAT. Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama beberapa kepala daerah lainnya saat menerima penghargaan dari Menteri PAN-RB RI, Ibnu, di Jakarta, Kamis (2/3/2017)
APRESIASI PUSAT. Walikota Samarinda Syaharie Jaang bersama beberapa kepala daerah lainnya saat menerima penghargaan dari Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

JAKARTA. MEDIAKALTIM.CO – Meski penghargaan bukan menjadi tujuan utama, namun upaya pembenahan sistem pelayanan publik di Samarinda kini kian memberikan kepuasan bagi masyarakat. Bahkan di luar dugaan, justru mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Salah satunya inovasi sistem pelayanan perizinan yang digencarkan Pemkot Samarinda di bawah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) selama beberapa waktu belakangan. Khususnya tiga program unggulan yang diberi nama Syaharie Jaang (Sehari Jadi Langsung Bawa Pulang), SMS (Sunday Morning Service) atau pelayanan perizinan di hari Minggu, serta Hancapi (Handal, Cakap dan Inovatif). Upaya pelayanan prima di bidang perizinan ini mendapatkan anugerah penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI. Penghargaan dimaksud diserahkan langsung Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur dan diterima Walikota Samarinda Syaharie Jaang di Jakarta, Kamis (2/3) siang. Bahkan sistem pelayanan perizinan di Samarinda dijadikan sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik. Selanjutnya, Kota Samarinda bersama 58 kota dan kabupaten lainnya di Indonesia dijadikan sebagai percontohan bagi daerah lainnya. Sebagian daerah termasuk Samarinda dijadikan sebagai percontohan dalam bidang pelayanan perizinan, sebagian sebagai percontohan dalam hal sistem layanan data kependudukan, serta sebagian lainnya dalam hal sistem pelayanan di Rumah Sakit.
“Kita berharap dengan penetapan 59 daerah sebagai percontohan ini, nantinya semakin menularkan sistem pelayanan publik yang baik ke daerah lainnya di seluruh Indonesia. Kalau sistem pelayanan publik di semua daerah membaik, maka secara otomatis pelayanan di negeri ini juga membaik. Jadi kedepan tidak perlu lagi jauh-jauh studi banding sampai keluar negeri. Yang ada hanya studi tiru dari suatu daerah untuk diadopsi dan diaplikasikan di daerah masing-masing,” ungkap Menteri usai menyerahkan penghargaan dimaksud.
Sementara Walikota Samarinda, Syaharie Jaang menyebut penghargaan ini sebagai bukti nyata keberhasilan inovasi sistem pelayanan yang dilakukan Pemkot Samarinda selama ini. Tentunya semua ini juga diperoleh berkat kerja sama yang baik dari semua komponen dan staf di lingkungan Pemkot serta masyarakat Samarinda secara luas. Namun Walikota dua periode yang sebelumnya menjabat Wakil Walikota dua periode itu juga terus meminta kerja sama masyarakat untuk mendukung sistem pelayanan prima ini. Salah satunya dengan ikut mempersempit ruang atau celah untuk terjadinya praktik yang tidak sejalan dengan misi pelayanan prima.
“Hindari pakai jasa pihak ketiga atau oknum tertentu atau sejenis calo yang memanfaatkan kesempatan. Karena yang rugi justru warga itu sendiri. Urus saja sendiri karena sudah banyak kemudahan yang coba kita berikan,” ungkapnya.

BERBUAH MANIS. Walikota Syaharie Jaang dan Menteri PAN-RB RI, Asman Abnur usai penyerahan penghargaan.
BERBUAH MANIS. Walikota Syaharie Jaang dan Menteri PAN-RB RI Asman Abnur serta para pejabat terkait dari Pemkot Samarinda usai penyerahan penghargaan.

Bahkan lanjut Jaang, saat ini sudah ada sistem pengurusan secara online melalui situs BPPTSP.samarindakota.go.id yang bisa diakses kapan saja. Sistem online ini dimaksudkan untuk menghindari pertemuan langsung yang bisa berpotensi pada gratifikasi dan sejenisnya yang bisa merusak upaya mewujudkan good governance.
“Jangan mudah percaya pada pihak ketiga yang menawarkan jasa untuk menguruskan itu. Termasuk dengan oknum pegawai Pemkot Samarinda sekalipun. Urus saja sendiri sesuai prosedur yang ada. Sepanjang persyaratannya lengkap, maka bisa diproses secepat mungkin. Itu komitmen yang selalu kami tanamkan selama ini,” pungkas Jaang didampingi Pj Sekretaris Kota (Sekkot) Hermanto, Kepala DPMPPTSP Akhmad Maulana, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Abdullah, Kepala Dinas Kesehatan Nina Endang Rahayu, serta Ketua TP PKK Puji Setyowati Jaang.
“Kalau untuk sistem pelayanan data kependudukan tahun ini kita masih di kategori B. Tapi Insya Allah dengan pembenahan yang terus kita lakukan, mudah-mudahan tahun depan kita bisa meraih kategori A atau sangat baik seperti yang diraih di bidang perizinan,” tambah Abdullah penuh semangat di sela-sela acara. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *