Laga Persahabatan, Thomas FC Unggul Tipis

LAGA PERSAHABATAN. Para pemain Lamaholot FC dan Thomas FC sesaat sebelum bertanding.

SAMARINDA. MEDIAKALTIMCO – Laga persahabatan antara Lamaholot FC melawan Thomas FC di Stadion Segiri, Minggu (30/12/2018) malam berlangsung seru dan panas. Dua klub bola yang hampir semuanya berangggotakan anak-anak muda Samarinda yang berasal dari Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT itu berlangsung sengit di hadapan ratusan pasang mata yang memadati stadion pertama di Samarinda yang beralamat di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda Kota itu.
Pasca kick off, terlihat anak-anak Lamaholot FC lebih menguasai bola dan ritme permainan. Umpan demi umpan terus diberikan namun tetap masih bisa dibendung pertahanan belakang Thomas FC. Begitupun dari arah sebaliknya, serangan dari Thomas FC juga terus dilakukan hingga beberapa kali sempat menggetarkan gawang Lamaholot FC. Hingga di menit ke-13, pertahanan belakang Thomas FC bisa dibobol. Gol pun tercipta lewat kaki kanan striker Lamaholot FC, Midun. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk kemenangan Lamaholot FC. Namun gol yang tercipta tersebut tak lantas membuat anak-anak Thomas FC patah arang. Justru itu kian membangkitkan semangat anak-anak yang bermarkas di Jalan KH Wahid Hasyim I, Samarinda Utara, tak jauh dari Komplek Stadion Madya, Sempaja itu. Hanya berselang beberapa menit kemudian, Thomas FC mampu menceploskan bola ke gawang lawan hingga mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Gol demi gol tercipta di antara kedua kubu. Hingga di menit ke-45 saat pertengahan main, kedudukan imbang dengan skor 3-3.
Pasca istirahat dan memasuki babak kedua, terlihat kedua tim tampak semangat dengan menampilkan permainan terbaiknya. Namun berbeda dengan babak pertama yang lebih didominasi Lamaholot FC, kini justru pertandingan dikuasai anak-anak Thomas FC. Mereka bahkan secara berturut dua kali menceploskan bola ke gawang lawan hingga mengubah skor menjadi 5-3. Untung saja mendekati injury time, Lamaholot FC mampu membalas satu gol sehingga memperkecil kekalahan. Hingga berakhir pertandingan, kedudukan tetap 5-4 untuk kemenangan tipis tim Thomas FC.
“Jujur saja, anak-anak ini tidak punya pelatih khusus. Mereka hanya mengandalkan bakat alami. Tapi kualitas permainan mereka bisa kita lihat sendiri,” ujar tokoh masyarakat NTT, Tajuddin Husen yang ikut menonton jalannya pertandingan sepak bola malam itu.
Tajuddin yang terkenal dekat dengan anak muda ini mengatakan, pertandingan tersebut hanya sekedar laga persahabatan. Namun bukan tak mungkin jika dari pertandingan tersebut, bisa terseleksi pemain-pemain berbakat yang nantinya bisa diajak bergabung ke klub besar.
“Bahkan ada juga anggota salah satu tim ini yang sudah ditarik untuk bergabung di Madura FC. Semoga bisa memotivasi anggota tim yang lain untuk terus berlatih,” ungkapnya.
Diakui Tajuddin, sebenarnya cukup banyak klub bola di Kaltim yang berbasiskan para pemuda asal NTT. Ia menyebut kurang lebih ada 40 klub. Dengan demikian, jika dihitung rata-rata satu klub minimal 20 orang, maka setidaknya ada sekitar 800 pemain muda asal NTT di Kaltim yang bisa dibina di bidang olahraga sepak bola.
“Dulu pernah ada klub sepak bola Bintang Timur yang beranggotakan para pemuda dari NTT yang berdomisili di Kaltim. Saat itu Bintang Timur menjadi klub yang cukup diperhitungkan. Semoga para anak muda ini bisa mengembalikan kejayaan Bintang Timur. Karena bagaimanapun juga, sepak bola ini menjadi olahraga rakyat dan hampir digemari masyarakat dari berbagai latar belakang dan segmen,” ujar Tajuddin. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *