Evaluasi Hasil Sidak, DPRD Panggil Semua OPD Terkait

MINTA KLARIFIKASI. Sejumlah OPD saat dipanggil untuk memberikan klarifikasi atas hasil Sidak Pansus DPRD Kota Samarinda.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Usai Inspeksi Mendadak (Sidak) di lapangan selama beberapa kali di sejumlah lokasi berbeda, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Samarinda tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Samarinda langsung melakukan evaluasi. Terutama dengan memanggil sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Rabu (24/4/2019) siang. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), hingga pimpinan PDAM Tirta Kencana Samarinda.
“Untuk Dinas PUPR, yang kami tanyakan kejelasan kapan Jembatan Bungkuk di Palaran itu rampung. Karena ada pengajuan anggaran tambahan di APBD Perubahan 2019, tapi progresnya di lapangan yang kami lihat belum mengalami banyak kemajuan. Juga kami tanyakan soal drainase di Jalan DI Panjaitan depan Perumahan Alaya yang tidak berfungsi maksimal sehingga sering banjir,” ujar Martinus, salah satu anggota Pansus kepada mediakaltim.co, Kamis (25/4/2019) sore.
Sementara untuk Dinas Perdagangan, mereka menanyakan progres pembangunan atau revitalisasi sejumlah pasar tradisional dalam kota ini. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Pasar Baqa di Samarinda Seberang.
“Kemudian untuk Dishub, yang kami tanyakan kenapa bisa ada akses jalan umum di Kelurahan Pampang yang dibangun dengan APBD tapi justru dibiarkan untuk kepentingan hauling kendaraan tambang batu bara? Itu kami pastikan tambang ilegal karena mereka terkesan main kucing-kucingan,” ungkap politisi Partai Hanura ini.

FUNGSI KONTROL. Para anggota Pansus DPRD Kota Samarinda saat meminta klarifikasi sejumlah OPD terkait.

Yang juga tidak kalah penting dan menjadi sorotan lanjut Martinus, adalah kinerja Bapenda. Diminta agar Bapenda bisa lebih maksimal menggali sejumlah potensi di daerah ini sebagai sumber pendapatan. Berikut melakukan pemutakhiran data agar semua yang berpotensi menjadi pendapatan bisa dimaksimalkan.
“Juga dari PDAM kami minta agar pelayanannya lebih dimaksinalkan lagi. Masih sering kita dengar pengaduan dari masyarakat soal air keruh, bahkan ada juga yang sering macet. Pokoknya kita minta supaya dibenahi semua,” tandasnya. (red/mk)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *