Cegah Narkoba, Nusyirwan Minta Pendidikan Dimulai dari Keluarga

Nusyirwan Ismail
Nusyirwan Ismail

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail mengaku sangat miris saat mengetahui ada bocah ingusan berusia 8 tahun yang tertangkap tangan sedang mengisap narkoba jenis sabu bersama empat remaja lainnya di Jembatan II Jalan KH Agus Salim, Samarinda Kota, baru-baru ini. Tentu saja ini menjadi tantangan serius bagi semua pihak, karena menyangkut nasib dan masa depan anak bangsa. Karena para pengedar kini tidak lagi memandang batasan umur.
“Sungguh miris. Anak-anak bawah umur yang harusnya ditata dan dibina untuk menatap masa depan, justru dirusak dengan menjadi korban narkoba,” ujar Nusyirwan.
Untuk itu, Nusyirwan yang juga Ketua Barisan Anti Narkoba (BAN) Kota Samarinda itu meminta kepada semua pihak agar bersama memerangi narkoba. Artinya, tidak hanya sepenuhnya mengharapkan aparat dalam mengusut dan menangkap para pengedar. Tetapi juga harus diikuti dengan peran serta segenap warga dalam mencegah peredaran narkoba. Salah satu yang paling mudah adalah dengan memperkuat pendidikan di tingkat keluarga agar menghindari anak-anak dari barang haram ini.
“Pendidikan harus dimulai dari keluarga. Tertangkapnya anak bawah umur yang menjadi pengguna narkoba ini menjadi bukti nyata lemahnya pendidikan keluarga,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, penangkapan itu bermula dari laporan warga. Begitu mendapatkan informasi tersebut, anggota Satpol PP Samarinda langsung ke lokasi untuk menciduk para pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan, para pelaku lantas dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *