Antisipasi Anak Putus Sekolah, Wawali Minta Maksimalkan PKBM

MAKSIMALKAN PKBM. Wawali Nusyirwan Ismail saat memimpin Rakor terkait penanganan anak tidak sekolah di Balaikota, Senin (15/5/2017) sore.
MAKSIMALKAN PKBM. Wawali Nusyirwan Ismail saat memimpin Rakor terkait penyelesaian dan penanganan anak tidak sekolah di Balaikota, Senin (15/5/2017) sore.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Pemkot Samarinda memberikan perhatian besar di bidang pendidikan. Tidak hanya memberikan perhatian dalam bentuk kebijakan penganggaran di bidang pendidikan yang selalu menjadi prioritas. Tetapi juga memikirkan solusi lain bagi anak-anak yang tidak sekolah serta yang putus sekolah di tengah jalan akibat persoalan ekonomi maupun permasalahan lainnya. Salah satu langkah yang paling nyata adalah melakukan pendataan terhadap sejumlah anak tidak sekolah tersebut. Pendataan dilakukan di setiap kecamatan untuk selanjutnya ditangani secara serius.
“Yang paling utama adalah kita rapikan database soal jumlah anak yang tidak sekolah ini di setiap kecamatan. Makanya sengaja kita hadirkan pula Lurah dan Camat supaya nantinya bisa bersinergi. Ini demi memikirkan masa depan anak-anak bangsa kita,” ujar Wakil Walikota (Wawali) Samarinda Nusyirwan Ismail dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelesaian dan Penanganan Anak Tidak Sekolah di Balaikota, Senin (15/5/2017) sore.
Dengan kondisi perekonomian negara yang tidak menentu saat ini, menurut dia harus membutuhkan penanganan lebih serius. Karena merosotnya pertumbuhan ekonomi juga sangat berdampak terhadap masa depan pendidikan anak. Tidak jarang banyak yang putus sekolah hanya karena alasan perekonomian keluarga.
“Padahal dengan pendidikan bisa memutus mata rantai kemiskinan dan memperbaiki masa depan bangsa. Tapi dengan kondisi seperti saat ini, maka yang paling mungkin dilakukan adalah dengan memaksimalkan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar, Red). Alhamdulillah sudah banyak PKBM yang berjalan dan saya sangat gembira mendapatkan kabar itu. Apalagi semua yang bergerak di bidang PKBM ini latarnya tenaga pendidik semua,” ungkapnya.
Tinggal kedepan lanjut Nusyirwan, harus disinergikan program pendidikan di PKBM ini dengan Pemkot Samarinda. Terkhusus instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
“Biar kedepan kita bisa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak bangsa kita,” pungkas Nusyirwan. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *