2018, Samarinda Tanpa Sidak Pasar

TAK PERLU SIDAK. Rapat TPID Kota Samarinda dalam rangka menekan inflasi di daerah ini.

SAMARINDA. MEDIAKALTIM.CO – Pemkot Samarinda terus berupaya keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di satu sisi dan menekan sedemikian rupa inflasi di daerah ini. Karena itu, semua hal yang berpotensi menimbulkan inflasi diantisipasi sejak dini.
Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rkor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda di Balaikota, Jumat (9/3/2018) siang. Sejak awal tim terpadu sudah langsung menginventarisir apa saja yang menjadi potensi inflasi.
“Penyebabnya kan ada banyak. Bisa karena transportasi, cuaca, bencana, kerusuhan, dan lain sebagainya. Jadi kita inventarisir dari sekarang apa saja yang bisa menjadi penyebab inflasi di Samarinda. Sehingga jelas juga kita semua tahu, OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red) mana yang akan menanganinya,” ujar Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Endang Liansyah saat memimpin rapat siang itu.
Selama ini lanjut Endang, Pemkot hingga beberapa kali menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar dengan harapan agar harga bisa terus stabil. Khususnya harga sembako yang cenderung melonjak di momen tertentu seperti hari raya besar keagamaan, menjelang tahun baru, dan lain sebagainya. Bahkan untuk daging saja sempat TPID tidak hanya menggelar sidak ke pasar. Tetapi hingga ke rumah pemotongan hewan bahkan sampai ke lokasi peternakan.
“Kita berharap supaya tahun ini tidak ada inflasi. Jadi kalau tidak ada inflasi, tidak perlu juga kita sampai sidak ke mana-mana,” ujar Endang di hadapan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Samarinda dan lembaga terkait lainnya.
Selain sembako, yang juga tidak kalah penting untuk diantisipasi adalah antrean kendaraan di sejumlah SPBU untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), serta penukaran uang pecahan di pinggir jalan. Untuk penukaran uang pecahan, diminta kepada pihak perbankan untuk memperbanyak loket serta menambah ATM yang menyediakan uang pecahan kecil. Di sisi lain dimbau kepada warga agar tidak menukar uang pecahan di lokasi yang tidak resmi. Karena semua itu juga ikut menyumbang kontribusi bagi inflasi di daerah ini. (her/mediakaltim.co)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *